Langkahnya

Kamis, 17 Februari 2011

dahulu kita bersama
dekat dengan kehidupan nyata
tak jauh dari denyut nadiku
mengisi ruang kekosongan yang hampa udara
tak sedikit cerita yang telah terukir
memenuhi memory hati yang begitu indah
ketika semua harus berujung pada kata "perpisahan"
bukan tangisan yang kau beri
namun senyum keceriaan melepasku tanpa beban
terselimuti dalam doa untuk ku selamat sampai tujuan
berharap mendapati yang lebih baik darinya kini
mengisi hari tanpa perlu di tangisi
sedikitpun tak pernah ku di beri tangisnya
kerelaan akan keperggian
senyum pasti dari raut wajah yang mendukung ketegaran
tanpa sedikitpun ada keraguan
keacuhan tak jarang kau kirimkan 
membuat kerapuhan hatiku
kehancuran hari-hariku
dugaan terburukpun menghampiri fikirku
tak tanggung menghancurkan jiwaku
bagai kabut yang menutupi cerahnya matahari
kini,yang tersisa hanyalah pandangan buruk
baru ku sadar
semua tercetuskan hanya untuk ku
agar ku tak lagi takut membuka mata pada dunia
bergabung pada atmosfer kehidupan yang nyata
tanpa harus selalu bergemelut akan kisahnya yang jauh di sana

2 komentar:

Dian mengatakan...

tentang merantau bukan ya?

hmm..keep spirit!

Nurjannah mengatakan...

hahaha ia kak,.. bnar ,..bnar,... tetap semangat selalu :D

Posting Komentar