KeEgoisan Hati

Selasa, 01 Februari 2011

Ku pun terdiam,...
Ntah apa yang merasuki ku saad itu,...
amarah,...
emosi,...
egois hati,...
tengah meracuni diri,...
Emosi yang tertahan di hati tengah menjadi derai air mata yang tak terbendung lagi,...
tersudut ku menyesali diri,...
esok hari ku lupa itu pernah terjadi,...
hari demi hari ku lewati dengan membawa perih luka di hati,....
tak tersadarnya diriku jikalau ada yang tersakiti,...
kini,..ku mengerti,...
tak penting lagi hatiku kini,...
Berulang kali ku lontarkan "Q sangat menghargai pertemanan",...
kini ku menyadari ad yang terluka di balik senyumnya kini,....
kata Ma'av pantaskan untuk membalut luka hati,...
Merasa tak pantasnya diriku menjadi temanmu dngn kebodohan ku ini,...

2 komentar:

Dian mengatakan...

Hmmm..yang ini ada hubungannya sama tulisan sebelumnya kah..yang "tak berharganya karya ku"..
sip deh..wah nulis puisinya selalu dari hati ya..sip sip..
tapi aku lihat mesti selalu bareng-bareng sama temen-temen di jalan

Nurjannah mengatakan...

ia kak,.. hehe itu di buat dah agak lama tapi di post kan nya berbarengan dngn yg ini,.. yah inilah,..klu kita ga bsa ngontrol egois,.. huft--
hhehe ya tergantung suasana hati aj,.karna yg punya ide byasanya hati di transfer ke otak n di salurkan ke tangan,.hehe
,,..
mmng kakak sering liat aq,.iya.. aq kan nda suka jln sendri :)

Posting Komentar