menyatukan aliran itu rumit

Jumat, 23 Desember 2011

Ceritaku di bandung 24 desember 2011, 5;55 Wib di kost Villa anisa

hahahap... yah sesuai dengan title nya. memang mungkin itulah wujud penggambaran nyata yang aku rasa. sebab, kurasa dahulu bagai seperti mencoba untuk membangun dunia sendiri dengan kemampuan sosialisasiku yang sangat lemah. Cristina Alvionita, yah mungkin sudah banyak yang mengenalnya. sebuah wujud nyata yang nyasar entah dari planet mana. sebenarnya saat itupun aku merasa masih mempunyai ruang pembatas dengan mereka. Mereka yang ku sebut sahabat. ntah mengapa, masih saja merasa pembatas itu masih ada. Pada akhirnya manusia yang akrab dipanggil tina itupun membuat gebrakan baru terhadap penglihatanku. Ntah mengapa, ada ada saja olahan kata dia yang di tujukan untuk ku. Mulai dari ceramah pagi siang sore malam, sampai akupun di sidang. Akupun sempat berfikir, teman macam apa dia nih. mau saja tau urusan'' ku, kerjaannya ngomel'' mulu.

dan pada akhirnyapun aku menyadari maksud tersirat yang ingin ia sampaikan. Jangan jadi pengecut di dalam diri sendiri. Jangan jadi penyendiri di dalam masalah. Jangan jadi pendiam di dalam kesusahan. dan Jangan jadikan diri lemah dalam menghadapi semua yang ada.

Yah, pada akhirnya pun aku menemukan teman untuk berbagi. Lebih dari seorang teman yang perduli akan teman lainnya. eitsss pikirannya tolong di luruskan ya,. ahahahaha
yah, aku merasa bagaikan ditemani seorang saudara. Bagai perlindungan seorang mba yang mengerti akan kesusahan adiknya... Aku mengerti kami disini bagai manusia yang terlantar di planet ntah brantah. tak ada sanak saudara, tak ada keluarga. Kami pulang pun hampir seluruh nya menunggu terdapat even ataupun libur panjang. Barulah kami sampai pada pangkuan kasih sayang keluarga. Jadi wajar, jikalau pada planet ini kami hampir semua haus akan kasih sayang seorang keluarga. (asal jangan nyeleneh aj, masih dalam batas wajar. --> khususnya yang mau anggep kk/keluarga antar cew & cow .,hati'' banyak rambu'' pembatasnya tuh :D ).

hemm, tapi kalau aku pulang ke rumah pun. mba'' ku pada ngga adaan, pada jadi perantau di negri sebrang dan sudah disegel pula (dimiliki). yang ada di rumah kriiikkk kriikkk nda ada lagi tempat untuk bercanda, berbagi, pukul''an, tendang''an waktu tidur. Yah, namun di sini. aku mendapkannya kembali, yah tak sepenuhnya sih. karna toh aku'' juga yang kena bagian untuk beresin kamar, cuci piring, cuci baju :'(  ...
padahal seharusnya mba lah yang ngalah sama adek untuk bersihin semua itu setiap saat. Huft, susah juga ya jadinya. hahahaha....

Namun, ketika tina pun tak ada, benar'' terasa sekali sepi yang aku dapat. padahal dia cuma ilang 5 hari karna mau natalan bareng keluarga nya di semarang. Mulai dari cari makan, makan, tidur, ntah mau ngapain lagi, sampai di kelas pun kriiikkk kriiikkk kriiikkk semua sibuk dengan aktifitas sendiri. Aku pun merasa bingung mau ngapain. Hanya terdiam terpaku pada laptop yang ntah berantah apa tujuan ku membuka lalptop ini...
Mungkin aku memang lemah untuk bersosialisasi dengan menyeluruh...

DVD Theater In Box Polytron, Harga Minimal Kualitas Maksimal

Rabu, 28 September 2011

Alat elektronik yang sekarang banyak digunakan oleh orang yakni DVD Player. DVD player sekarang banyak digunakan karena semakin maraknya juga film-film dalam bentuk DVD bajakan yang beredar, dengan harga yang lebih murah dan kualitas film yang tidak jauh beda dari bioskop menjadi alasan utama. Jadi bagi anda yang ingin membeli DVD player untuk menonton film-film DVD dirumah ini bisa menjadi pilihan anda, lets cekedaut!


Polytron tidak lama ini mengeluarkan salah satu produknya yakni DVD player yang diberi nama DTIB yang merupakan singkatan dari DVD Theater In Box. Dengan dikeluarkan DTIB, Polytron berharap bisa menguasai pasar DVD player di Indonesia. Ini bisa dilihat dengan harganya yang sangat terjangkau dengan kualitas yang sangat tinggi.
DTIB (DVD Theater In Box) ini biasanya di pasar di patok dengan harga 500 ribu sampai 600 ribuan, namun para penjual akan rela melepasnya pada harga 400 ribuan. Dengan harga seperti itu kita bisa mendapatkan DVD player Polytron yang sangat berkualitas.
Ukuran DTIB ini sangat minimalis alias kecil, dengan bentuk yang simpel ini anda bisa membawanya dengan mudah dan juga bisa ditaruh dengan cara digantung!
DTIB merupakan DVD player yang tidak hanya bisa memutar kaset DVD atau VCD namun juga bisa memutar MP3, MP4, melihat foto serta terdapat port USB yang bisa digunakan untuk memainkan lagu ataupun foto-foto dari flashdisk. Selain itu juga DVD Theater In Box Polytron ini juga memberikan 2 speaker yang bombastis yang bisa menambah keasyikan kita menonton film atau mendengarkan lagu.

Solusi memilih sebelum membeli

Selasa, 27 September 2011

hardware-harddisk-eksternal
Ringan, Praktis, Ringkas, dan mudah dibawah kemana-mana.. Itulah mengapa belakangan ini harddisk eksternal portabel banyak dipilih sebagai media alternatif. Tidak perlu repot-repot, tinggal hubungkan harddisk eksternal ke port USB/FireWire ke PC manapun, tak perlu pasang power supply, Anda sudah mendapatkan media penyimpan ekstra yang mobile.
Biasanya, harddisk portabel disertai dengan seutas kabel data USB/Firewire. Beberapa produsen membawakan serta kabel USB dengan dua interface (baca= colokan) USB yang disusun seri untuk mendapatkan pasokan daya yang cukup untuk memutar piringan metal harddisk. Untuk tipe ini, Anda disarankan selalu menancapkan kedua interface USB tersebut saat menggunakan harddisk.

Beberapa produsen juga mem-bundle paket penjualannya dengan software backup.  Fungsi dari software ini adalah memulihkan data ketika terjadi petaka. Belum ada perbandingan resmi dari masing-masing produsen yang menyatakan software apa lebih bagus daripada software siapa, namun keberadaan software bawaan ini cukup membantu. Terutama bagi konsumen yang memfungsikan harddisk eksternal sebagai backup dari file-file penting. Tentu dong, bisa berabe kalo data penting perusahaan yang bertahun-tahun tiba-tiba hilang..
Apa yang Perlu Diperhatikan?
Anda bisa menemukan merk yang bervariasi di pasaran. Ada A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, Western Digital dan merk-merk lain. Masing-masing vendor/produsen memberikan iming-iming fasilitas yang berbeda-beda. Namun satu hal yang relatif sama, tampilan fisik harddisk portabel kini semakin cantik, mungil, dengan kapasitas yang semakin besar. Harddisk eksternal dikemas dalam beberapa form factor (ukuran) 1,8”, 2,5”, dan 3,5”. Anda bisa memilih sesuai selera..
Sebelum memutuskan untuk membeli hardisk portabel, ada baiknya Anda simak beberapa hal yang perlu Anda cermati sebagai acuan untuk memilih harddisk yang tepat, buat Anda tentunya:
1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal) 
Kapasitas simpan harddisk portabel sangat bervariasi mulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 1,5TB (terabyte). Jika Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, saya sarankan untuk memilih harddisk portabel dengan kapasitas terbesar yang bisa Anda beli. Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan media backup yang ekonomis, Anda perlu melihat perbandingan harga dan kapasitas harddisk. Caranya adalah dengan mencari harga media penyimpan per 1MB dengan rumus sederhana:
Harga per MB= Harga : Kapasitas Harddisk (dalam MB)
Misalnya:
Soal: Berapa harga per-MB untuk harddisk 160GB seharga Rp690.000:
Jawab: harga per MB = 690.000 : 160.000 = 4,3125
Berikut ini perhitungan yang sempat saya buat untuk satu merk harddisk eksternal:
Ukuran___________| Harga Per MB
160 GB___________| 4.3125
250 GB___________| 3.2032
320 GB___________| 2,9575
400 GB___________| 2.834
500 GB___________| 2.7
Biasanya semakin besar ukuran harddisk, harganya akan semakin ekonomis.  Untuk sementara ini harga yang relatif ekonomis ada pada harddisk kisaran 500GB hingga 640GB.
2. Kecepatan putar drive 
Kecepatan putar piringan metal harddisk juga mempengaruhi kecepatan laju data. Semakin cepat daya putarnya, semakin cepat data bisa ditulis dan dibaca. Kecepatan putar ini dinyatakan dalam satuan RPM (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400 RPM. Anda akan beruntung jika menemukan harddisk dengan kecepatan putar 7200 RPM ke atas.
3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache. Cache menyimpan dan menangani antrian permintaan (request) transfer baca/tulis data dari sistem.
Besarnya buffer berkisar dari 2MB – 16MB. Semakin besar cache semakin besar ‘ruang antrian’ pembacaan dan penulisan di harddisk serta semakin cepat pula data diproses. Namun ukuran buffer sebuah harddisk portabel berbanding terbalik dengan harga. Semakin besar cache memori akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.
4. Fitur Recovery
Jika tersedia, pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data ataupun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.
5. Kemampuan PnP (plug and play)
PnP artinya, kurang lebih bisa diartikan, tancap langsung pasang gas. Begitu Anda menancapkan kabel USB, harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun. Kemampuan PnP sanga membantu jika Anda menggunakan satu atau lebih harddisk portabel di beberapa PC sekaligus.
hardware-harddisk-eksternal2
Harddisk Shockproof dari Transcend
6. Garansi
Kata orang, garansi mencerminkan kualitas produk. Pernyataan ini mungkin tidak seratus persen benar, namun kemauan Produsen menjamin produknya bisa berjalan mulus tanpa gangguan selama masa waktu tertentu akan menjamin konsumen tidak lagi merasa was-was untuk membeli. Rata-rata harddisk eksternal memilki garansi 1 tahun, namun juga ada yang lebih singkat. Meski bukan faktor utama, saya sarankan Anda mempertimbangkan dukungan garansi dari vendor just in case Anda kurang beruntung saat membeli harddisk eksternal Anda.
7. Dustproof, Waterproof & Shockproof
Harddisk dirancang untuk menerima getaran hingga kurang lebih 3G (3x kecepatan gravitasi) dalam kondisi diam. Namun beberapa vendor menjamin harddisknya bisa tahan hingga 5G. cukup menarik, terutama bila Anda harddisk Anda beresiko sering jatuh atau terbentur..
Sejumlah vendor lain bahkan mengemas harddisk eksternalnya dengan karet ‘pelindung segala’. Dengan kemasan unik ini harddisk eksternal diakui bisa tahan terhadap debu, goncangan dan air (tentu dengan keterbatasan).
Semoga ulasan singkat ini memberi sedikit gambaran untuk memilih harddisk yang tepat. Namun above allpilihan selalu ada di tangan Anda.. selamat memilih :)
Sumber: Wiwik Juwono @Kompas Tekno

tentang ku

Senin, 15 Agustus 2011


aku cuma mau share sama kalian yang mau baca tulisan-tulisanku,.
ini ceritaku, cerita hidupku dan bagaimana ku menjalaninya,.
hemm ini hanya berawal dari sebuah mimpi, di mana aku masih blm mengerti arah tujuan hidupku,..
ku terlahir di tanjung karang dengan surat bidan yang mencatat tahun lahir 26 november 1991 1992.
tetapi keluarga ku menyadari hari lahir ku 28 november 1991,. sebenarnya ku bingung, aku terlahir di tahun kapan, tapi akte ku menuliskan bahwa lahirku 26 november 1992. hemm cukup untuk membuat ku bingung kapan ku dilahirkan,. 
suasana di rumah cukup ramah dan mencekam. cukup banyak yang ku ingat ketikaku kecil, lucu, menggemaskan, dan riang,..
dulu sewaktu SD ku melihat teman teman ku yang beranjak dari sepeda roda 3 menjadi roda 4. aku ingin sekali memiliki sepeda dewasa tanpa harus seperti mereka yang menggoes sepeda yang mempunyai roda 4,. dan tanpa ku sadari orang tua ku membelikan sepeda roda dua berwarna ungu dengan boncengan belakang dan keranjang di depannya, sungguh gigi ku bersinar ketika itu,. bahagia sangat melihanya,
Kringgg Kriingg Kringgg
sepedaku roda 2 ku dapat dari ayah
karna rajin tersenyum --"

senang sekali rasanya, kemudian ku belajar dengan sungguh-sungguh...
bukan hanya aku yang memiliki sepeda, tapi kakak kakak ku juga punya
jadi senang karna sepeda ku punya teman di garasi.
jadi ku tak khawatir lagi dya kesepian. kita tinggalkan sepeda, 
ini tentang diriku yang pernah di masukan di class renang pemula untuk anak-anak.
belajar renang menurutku bukanlah hal yang mudah, mengkayuh kaki dan menggerakkan seluruh anggota badan untuk tetap bertahan pada air dengan ketinggian yang tak mencapai tapak kaki,.
sekitar hampir setahun ku menggoeskan kaki ku di air , rutin seminggu 3x dan setiap jam 4 sore kecuali minggu pagi jam 6.
kurasa instruksi yang di berikan gurU renang ku cukup jelas, ku pun mengalami peningkatan yang cukup lambat.
ketika mau mengganti gaya renang harus di test dulu di ketinggian 1,5 m. dari ujung ke ujung,.. kurang lebih 4m aku harus tempuh dengan berenang gaya katak. 4 m untuk anak sd kelas 4 seusiaku itu cukup melelahkan. dan akhirnya di tengah kolam yang sedang ku tempuh, nafas ku terasa terhenti sesaat. dan ku pun tak kuat untuk melanjutkan. dan akhirnya ku di angkut oleh guruku, cukup banyak air yang ku minum saat itu. huft, sejak saat itu ku tak mau lagi berlatih renang. terkadang begtu masuk ke kolam tubuhku terasa tersetrum sesaat, dan sdikit terbayang ketika ku tak haus harus meminum air kolam yang cukup banyak. aku pun hanya bermain di kolam yang dangkal dan tak ingin lagi berlatih. karna itu cukup menyiksaku, sampai saat ini pun jikalau ku berendam di kolam yang lebih tinggi dari badan ku terasa deg-deg an jantung berdebar debar bagaikan melihat hasil UTS yang buruk.

sudah lupakan sejenak soal berenang...

ku pun beranjak kelas 5 sd dengan di antar jemput abodemen pak de' , ku pun mulai terasa lelah dan sering sakit. dan ternyta ku di ketahui memelihara sakit asma. tak cukup buruk, hanya saja tak boleh terlalu lelah. berfikirpun kedua orang tuaku untuk memasukkan ku ke SD yang dekat dengan rumah. memang tadinya aku SD di mana tempat ibuku mengajar, namun karna beda jadwal jadi ku jarang pulang dengan ibuku dan akhirnya ku di titipkan di abodemen antar jemput. 
...

see u

Postingan Geje

Minggu, 29 Mei 2011

"mengapa saya tidak bisa hidup layak nya orang pintar yang normal biasa hidup"
Huahahahahahahhahahahahaha,. tiba-tiba terfikir kalimat seperti itu di benak say, ntah mengapa.
kamu tau yg membuat saya geli sampai terpingkal-pingkal apa?
kalimat "layak nya orang pintar" itu dia potongan dari kalimat di atas yang membuat saya terus tertawa.
ntah kepedean, narsis, atau galau.. bisa ya saya bilang seperti itu.
padahal jikalau berkaca diri 180% berbeda dan jah dari kata pintar, rajin, tekun.
huft... jadi sedikit emosi kan saya.
hemm,.ntah lah saya hanya ingin menyeangkan diri sejenak dengan angan-angan hampa saya ini.
jikalau saya pintar, mengapa hidup saya bisa jadi berantakan seperti ini. sama seperti rambut saya yang tak pernah
terurus. seperti Tarzan perempuan. huaaaahahahaha...
cukup lah penghinaan diri sendiri ini.
Hemm saatnya saya membanggakan diri saya sendiri yang sebenarnya saya bisa jikalau saya mau, dan saya tidak akan
pernah bisa sebab saya tidak mau.
ini postingan geje, otak saya sudah terkontaminasi dengan virus lapar. jadi konsentrasi saya bubar bgtu dengar
suara kroncong dari perut.
hanya ingin memenuhi postingan minggu ini saya sebenarnya.
yah sudah lah. saya harus membaringkan tubuh terlebih dahulu saja. baru saya kembali mengerjakan
Tugas Besar SIM.

Berbekal sotoy

Senin, 23 Mei 2011

Ntah lah sejujurnya saia sudah MUAK untuk memaparkan penderitaan saia kali ini,
tapi harus saya ceritakan agar tak lagi mengganjal di hati,
berawal dari saya yang SUPER GALAU karna akutansi yang dalam dunia dalam berita nilai
saya sangat amat keren, sudahlah malas saia membahas itu. karna hidup jadi tak nikmat lagi akhirnya
mba saia mengambil tindakan untuk mengajak saia pergi (padahal dya ga ad uang -_-" )
dengan berbekal nekat mba pun memberanikan diri dan mempertebal rasa malu, meminjam
motor teman kami Betty alona magnum,. setelah motor di pinjam sesuai dngn janji,
motorpun tiba di kost ku pukul 07.37 ,. masih blm yakin kami untuk pergi. tapi karna galau yang semakin
menguasai diri yang kurus kering ini, jadi kami berani'in aj brangkat..
ntah lah kami pergi ke mana tujuan pun tak jelas.di jalan baru di kompromikan, akhirnya kami putuskan untuk
nonton bioskop di BSM (Bandung Super Mall), Ok dengan gigi kering aku menyetir motor,
dan si mba sebagai petunjuk arah yang tidak baik dan kurang benar. Dia yang error atau saya yang ga salah, tp ntah lah
pada saat galau tingkat akut seperti itu saya di suruh membawa motor. dengan instruksi yang membingungkan, lampu rambu lalu lintas
menunjukan warna hijau, tp ku tahu jikalau ngebut cukup bahaya karna itu sudah hampir mendekati merah. aku pun di paksa untuk tancap gas
hampir sampai lampu rambu dya menyuruhku untuk berhenti,... (huaaaahuaaaaaaa pengen ku tendang rasa nya ni orang) sesudahnya aku ambil posisi
untuk tetap lurus, beberapa detik kemudian ada suara dari belakang ku untuk belok ke kanan,. aaaaaghhh gmna si ini, sungguh membingungkan aku,
setalah belok kanan, tak hanya berhenti di situ saja. mba pun berkata "uMm..bner ga ya lwat sini" huft->pasrah aku.
akhirnya sampai juga di BSM, tak hanya 1x saja kami ke sana tapi bisa di bilang cukup sering tapi beramai-ramai. tapi mengapa hanya kami berdua
saja membingungkan diri, di mana arah masuk untuk motornya. huft
akhirnya dengan muka plongo' kami menemukan pintu masuk parkir motor nya, kemudian sampai dalam. Kebodohan kami timbul lagi, kami bingung parkirnya di mana
karna tempatnya sedang ad pembangunan TRANS STUDIO. dengan berjalan perlahan kami pun menemukan tempat parkirnya. Sampai di dalam, lagi lagi muka bodoh tergambar dari raut wajah kami.
kami bingung pintu masuknya dari arah mana. hehehe... dengan berbekal nekat dan rasa sok tingkat dewa, kami pun menyusuri jalan yang ntah berantah itu di mana.
ada petunjuk arah "->Supermarket->" kami pun mengikuti arah itu, sampailah pada ntah lantai berapa. berkeliling dengan penuh percaya diri dan pengharapan
bisa bertemu pintu keluar supermarket. Mungkin karna tampang kami yang kusam,kucal dan tak meyakinkan untuk berbelanja akhirnya seorang petugas menunjukan jikalau keluar ke arah pintu barat
OKEYyyyyy... cukup malu lah saia, tp ga tau dngn mba saia ini. mungkin dia sudah tak punya malu lagi ( -_-)" ..
Tak berakhir di situ saja, setelah keluar dari Supermarket itu. OKaYyy,.. sepanjang mata memandang hanya ada lorong sempit yang terapit oleh Triplek sebagai pembatas ruangan, kami palingkan
penglihatan, huft~~ suara'' Brisik para pekerja, dengan berbekal Ke'PD'an dan sok tau yang besar kami pun tetap mencari keberadaan XXI. keliling-keliling-keliling setelah lama mencari kami menemukan
tangga tak berjalan, kami pun naik ke atas kemudian keliling-keliling-keliling naik lagi dan kami menemukannya. huft untung saja masi buka tu XXI, dengan gigi kering, bdan berkeringat, muka kusem
luar binasa kami memasuki ruang, sampai sana ada 4 film yang di sajikan tp kami pilih yang berjudul "(...)" ->{ga boleh di sebutin judulnya sama mba nya} ,
dapat jam 08.45 WIB ! kata yang jual tiket <penontonnya cuma berdua T.T > mati lah itu, sungguh Romantisnya kelakuan kami ini...
Okee bisa kebayang kan berapa puluh bangku yang ada di dalam BIOSKOP tapi hanya 2 bangku yang terpakai, mampus dah tu.. yah ap boleh buat. Terpaksa..
tiket sudah di beli,film sudah mau di putar. akhirnya hanya berdua.. BERDUA SAJA ! kami masuk ke dalam bioskop yang suram itu, sungguh romantisnya kami.. (HEH JANGAN MIKIR YANG ANEH" ! )
setelah di dalam tak lama kemudian aku teringan kunci motor, ku pun tanya ke mba. tp mba ga ngerasa ngebawanya, okey lemes seketika aku. itu motor orang, ilang mampus sudah aku, tak mampu lah aku mau
belinya, untuk makan aj udah susah. aku gak brani turun lagi ke bawah karna aku ga tau jalan dan badanku sudah lemes pikiran kacau, akhirnya mba yang langsung turun ke bawah(tapi ga terjun dari lantai atas juga x)
ternyta dia beruntung, jalannya di tunjukan oleh tukang satpam. ku menunggu dengan penantian yang menyikasa, jantung berdegub kencang sama hal nya seperti mau menunggu pengumuman UN.
tak lama waktu berselang, mba pun datang dngn membwa kabar yang menenangkan hati. kuncinya tertinggal di jok motornya.sudah lupakan ttg hal kunci
kami pun melanjutkan menonton, selesai sikitaran jam 10.40 wib. kemudian kami pun bernjak dari tempat duduk,
dan aku tercengang, yang ada di ruangan itu hanyalah instruktur bangunan dan beberapa orang pekerja nya yang memakai helm proyek.
tak satupun penjaga XXI yang ku lihat. kembali pulang dengan muka lesu,berputar putar ntah berapa kali, akhirnya kami lihat di salah satu depan cafe bertuliskan ->ke arah tempat parkir->
kami pun menyusuri jalan tersebut. DAN benar saja itu memang tempat parkir, tapi sejauh mata memandang itu tempat parkir mobil. di bawa situ bnyak sekali pekerja yang 100% laki-laki..
tamat sudah kami, di ledekin di sana. dengan memperlebar langkah kami berjalan ke tempat semula dengan harapan bisa mencari jalan keluar lain.
tapi ketika kami berbalik, ternyata pintunya udah di tutup. okey...
tak berputus asa kami pun mengikuti arah mobil ke luar, ternyata kami menemukan sepasang anak manusia yang lagi kebingungan jg,
udah aj kami berjalan di belakan mereka. setelah kami sadar ternyta kita itu sama saja memutar 180 derajat. dari parkiran mobil ke motor, Ya Allah ,.,.,.
cape nya badanku, tak patah arah tujuan kami mencari motor yang di parkir, dan braaaaaaangcuuuuuuuuuussssss go To kost...
huft lelah nya perjalanan hari itu,,

Sii Blo'ond Berulah

Kamis, 19 Mei 2011

stelah 2 hari saya tidak bertemu laptop akhirnya saya bertemu jg, huft ntah di mana lagi
saya bisa menuangkan cuap-cuap gak bermutu ini selain di laptop dengan notepad tersayang.
berawal pada hari jum'at suram, saat itu sedang ada post test madis, dengan penuh beban 
aku kerjain tu soal dengan ekstra dongo, prasan tu soal-soal yang udah pernah saya kerjain
waktu latihan dengan tentor saya yang super gaul dan penuh dengan teoritis itu. otak saya 
berasa soak setelah melihat soal. 
Dengan percaya gigi saya mengerjakan seingat dan sefaham penuh dengan kepasrahan. jam 4 on time TRAVEL CIPAGANTI sudah menunggu saya untuk pergi ke jakarta selesai quiz aku langsung angkat kaki dari kelas terkutuk itu. karna kebodohan dan penyakit lupa akupun mampir membeli gorengan dulu di dekat kampus, melihat jam sudah jam 14.39 WIB mata ku pun terbelangak dengan muka melongok, akhirnya akupun terburu-buru kembali ke kost, sampai di kost yang aku ingat cuma kamera titipan kakakku,telpon berdering aku angkat ternyata dari mba ku memberitahukan kalau tema dengan baju muslim putih,hadoh say pikir kalau saya datang acara pasti sudah bubar selesai. jadi saya putuskan untuk memakai baju kaos putih aj, dengan pinjaman motor langsung ngebut ke TKP sama mba ku
eh sampe sana ternyata tiket yang sudah di pesan belum terdaptar, (jadi tadi telpn pesen tiket masuknya ke mana tu) hadoohh ad ad aj, dan lagi saya harus menunggu pengetikan yang super cepat itu. selang beberapa detik mobilnyapun sudah datang, perjalanan sekitar 3jam'an sampai di rumah, ternyaata acara blm selesai. 
dengan tampang sumpah super gembel kucel lengket ga jelas gt seluruh badan. ku pun mengambil posisi tersudut berharap tak ada yang menyadari kehadiranku..luar biasa malu sangat gila gimana gitu. tak lepas dari itu saja, selesai acara pengajian.
akhirnya semua pun pulang, huaaa aku ingin sekali mandi, kemudian mengganti bajuku. begitu aku membuka tas.
terdiam lah aku 10thn, ternyata aku baru sadar kalau aku itu gaul gila gimana gtoh,,, huks huks,,,
bodoh kali aku, aku lupa membawa baju baik luar maupun dalam sehelaipun. huaaaaaahuaaaaaaaahuaaaaaaaa
dengan muka gak tau malu akhirnya aku meminjam baju celana kakaku, dan bersyukurlah ad sepasang baju beserta dalam dalam dalam terdalamnya yang pernah tertinggal di sini, terasa aman untuk malam ini, tapi bsok-besok ntah lah. bayangi sendri saja bagaimana
nasibku selanjutnya. bsok ada pernikahan pamanku yang di selenggarakan di gedung, dan U know ! itu temanya ungu.
sialllll ... baju ga punya sama sekali, akhirnya aku harus memakai gaun kakakku dulu, dan kamu tau itu warnanya...
itu warnanya merah marun, huaaaaaaahuaaaaaa tabrak lari kabur ga tanggung jawab tu namanya, tahan napas, tahan pula rasa malu, sialll... huft, pesta yang menurut ku sumpah garing abis. 
pulang ke rumah dengan segera menyelamatkan jiwa yang sudah tersengat matahari ini. angkat kaki dari tempat pesta jam 11 dan sampai  di rumah jam .. bisa bayangin kan 5 jam
di dalam mobil, huaaa mateng mutung gmna gt. tak tanggung tisue di dalam mobil pun habis seketika. padahal jikalau di tempuh ya sejam lah. ga kebayang ni jakarta penuh dengan tumpukan besi besi berjalan. 
kalau aku jadi walikota atau presiden tar aku mau mencanangkan pemakaian sepeda goes untuk pribadi. dan kendaraan umum tetap di berlakukan. jadi ga ad lagi tu ceritanya
punya kendaraan bermesin pribadi. jangan-jangan kalau semua orang dah kaya, mau pada beli hellikopter pribadi jg dong,
ga kebayang kan di langit sampe macet jg. hadoohhh..
sesampai di rumah semua rencana jalan-jalan di pending sampe pening, katanya si mau jalannya bsok aj minggun nya,  dan ini sudah hari minggu, jadi kpan mau jalan-jalannya, kok habis masak lalu makan, kemudian pada menyusun barisan rapat semua di kaSUR tempat tidur, hadoohh ga bener nich, ckckckck... yah dan akhirnya saya hanya pasrah menunggu mereka sadar kalau saia menunggu mereka untuk beranjak pegi mencari kesenangan melepaskan kepenatan yang ada, sambil menunggu sayapun hanya melongok di depan

televisi ini. huft...

Bandung Techno Park, Siap Wujudkan Masyarakat Informasi

.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara luas telah mendorong dunia menuju tatanan baru. Dimana, ekonomi akan terkonvergensi dengan informasi. “The Digital Lifestyle” dan “knowledge based economy” menjadi tantangan TIK di era konvergensi.
Di tengah persiapan pemerintah Jawa Barat menuju Jabar Cyber Province (JCP) tahun 2012, Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) bersama Departemen Perindustrian Republik Indonesia (Deperind RI) segera membangun Bandung Techno Park (BTP).
Keberadaan BTP diharapkan menjadi ICT (Information Communication Technology) Park yang berkontribusi dalam pembentukan Masyarakat Informasi Indonesia (MII) yang menggerakan roda ekonomi nasional di bidang Informasi dan Telekomunikasi. Penanggung Jawab BTP, Ir. Jangkung Raharjo, MT memaparkan,
http://1.bp.blogspot.com/_yeEis94afNE/S06TbRVX0KI/AAAAAAAAAfM/ZXgMutJsSDI/s320/peran+Bandu+Techno+Park.JPG
“Sementara ini, ada dua lembaga yang dipersiapkan menjadi bagian dari BTP, yakni Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) dan Pusat Desain Telekomunikasi (PDT),”
Jelasnya, UPT TIK bertujuan untuk menumbuhkan dan membina industri kecil dan menengah (IKM) di bidang ICT. Dalam hal ini, Deperind memberikan sejumlah perangkat moderen di tahun 2007 hingga sekarang. Selama ini kegiatan UPT Telematika didukung oleh Desperindag Jabar. Di tahun 2009, IT Telkom kembali dipercaya Deperind RI untuk mengembangkan Pusat Disain Telekomunikasi (PDT) yang akan segera dibangun. Nantinya, aktivitas PDT sangat kental dengan kegiatan riset-riset aplikatif.
“Secara keseluruhan, ada 8 (delapan) fokus bidang bisnis BTP nantinya. Yakni Research ang Development (R&D), Educational Training, Consultancy, Facility Provider, Business Mediation, Information Distribution, Certification, dan Production Support,”
Jangkung Optimis, BTP akan menciptakan technopreneur di kalangan mahasiswa. BTP siap mewujudkan masyarakat informasi indonesia dengan membentuk tenaga ICT yang berkompeten dan berdaya saing .
Ihwal pembangunan BTP Jangkung menyampaikan, prosesi peletakan batu pertama dilaksanakan Selasa (12/1).
“Lokasi BTP berada di Kawasan Pendidikan Telkom, Jalan Telekomunikasi Terusan Buah Batu Bandung.Rencananya akan ada enam gedung yang akan dibangun untuk menunjang BTP. Terdiri dari gedung utama, gedung Research and Development, gedung pelatihan, gedung pergudangan dan gedung untuk kegiatan pembinaan. Namun, sementara ini Yayasan Pendidikan Telkom baru mampu membangun satu gedung utama di atas tanah seluas 1000 meter persegi dan akses jalan masuk sepanjang 400 meter, dengan menghabiskan dana sekitar 6 milyar rupiah. Targetnya, tiga tahun kedepan BTP rampung secara keseluruhan” paparnya.
Sejak awal kepemimpinan Rektor IT Telkom Ir. Husni Amani, BTP sudah menjadi impian IT Telkom. Jangkung menilai, BTP meningkatkan kualitas dan kuantitas riset sehingga mempercepat terwujudnya World Class University yang dicanangkan 2017. Sementara ini, BTP didukung oleh 42 laboratorium IT Telkom.
Menurut jangkung, investasi telekomunikasi di Indonesia mencapai 300 Trilyun, dan sebanyak 5% baru dimanfaatkan konten lokal. Baginya hal itu sangat disayangkan. BTP Harus menangkap kesempatan itu. BTP bisa menjadi wadah bisnis antara akademik, industri dan pemerintah berupa riset bersama dan sharing teknologi. Dengan demikian, akademisi bisa memberi kontribusi berupa riset yang dibutuhkan pemerintah sebagai pembuat regulasi. Sedangkan keuntungan finansial akan diperoleh industri sebagai penggerak roda ekonomi.
Senada Jangkung, Dirjen Aplikasi Telematika Cahyana Ahmadjayadi dalam sambutannya menyatakan,
“ Eksistensi BTP sudah bisa diantisipasi. Mengingat teknologi ICT semakin konvergen. Lihat saja teknologi NGN, baru juga dipasarkan sudah disusul teknologi yang dikenal dengan Long Term Evolution (LTE). Bahkan tahun 2015 nanti terdapat 1 trilyun device yang tergabung dalam Internet Protocol. Semua itu menjadi pertimbangan peluang bagi dunia telekomunikasi,”
Jangkung menegaskan, BTP bukan hanya milik IT Telkom. Perguruan tinggi lain juga bisa bergabung di BTP. Setiap perguruan tinggi tentunya memiliki keunggulan berbeda-beda. Setiap keunggulan bisa digabungkan untuk bersama-sama mengembangkan BTP. Ada ratusan industri kreatif di Jawa barat. Dan Bandung sering pula mendapat sebutan Bandung Kota Teknologi. Tentunya, BTP semakin memperkuat imej tersebut.
http://3.bp.blogspot.com/_yeEis94afNE/S06T3xvXVbI/AAAAAAAAAfU/hIAqb_RHmyE/s320/DSC_0107.jpg
Pada Peresmian Pusat Desain Telekomunikasi dan Pencanangan Bandung Techno Park
Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) menggelar Peresmian Pusat Desain Telekomunikasi, sekaligus Pencanangan Pembangunan Bandung Techno Park, Selasa (12/1). Acara berlangsung pukul 09.30 WIB di Gedung Learning Center IT Telkom, Jalan Telekomunikasi Terusan Buah Batu Bandung.
Acara tersebut diawali dengan pembukaan dan doa. Kemudian dipuncak acara, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Barat dan Institut Teknologi Telkom tentang Pendirian Pusat Desain Telekomunikasi. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan penjelasan singkat mengenai Bandung Techno Park, sambutan Rektor IT Telkom, Ir. Husni Amani, MM., MSc, Sambutan Direktur Utama PT. Telkom Rinaldi Firmasyah, Sambutan Gubernur Jawa Barat, Sambutan Dirjen Industri Alat Transportasi & Telematika Deperin (Menteri Perindustrian). Komitmen bersama pembangunan Bandung Techno Park ditandai dengan peletakan batu pertama.
Rencananya, pembangunan Bandung Techno Park terdiri dari enam buah cluster yang terdiri dari Gedung utama, Gedung R&D, Gedung Training (UPT Telematika), dan beberapa ruang pembinaan. Gedung utama terdiri dari 3 lantai, berdiri di atas tanah seluas 1.000 meter persegi.
Bandung Techno Park merupakan kerjasama IT Telkom dengan Departemen Perindustrian Republik Indonesia. Sementara ini ada dua lembaga yang dalam waktu dekat akan dikembangkan di Bandung Techno Park yakni UPT Telematika dan Pusat Desain Telekomunikasi (PDT). Dari kerjasama ini, diharapkan Bandung Techno Park memberikan kontribusi penting dalam membentuk masyarakat informasi di Indonesia. Masyarakat informasi mampu mengelola dan memanfaatkan informasi bagi kesejahteraan dirinya.
Dengan demikian roda ekonomi nasional di bidang informasi dan telekomunikasi dapat bergerak dinamis. Bandung Techno Park juga menjadi katalis dalam pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.
Bandung Techno Park menghubungkan antara pihak akademik, bisnis dan pemerintah.
Hubungan kerjasama yang sinergis diantaranya akan meningkatkan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mencakup infrastruktur, aplikasi, konten, konteks dan regulasi. Hubungan antara dunia akademik- bisnis- pemerintah secara sinergi dalam mendukung pertumbuhan industri lokal melalu transfer teknologi, joint research dan dukungan regulasi. Pertumbuhan Industi Kecil-Menengah (IKM) berbasis Ilmu pengetahuan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus sebagai penguatan sendi IKM dari persaingan dalam arus perdagangan bebas.
Tingginya keperluan jumlah tenaga kerja dibidang ICT mengharuskan adanya media yang mampu menciptakan SDM TIK yang kompeten dan berdaya saing. Menumbuhkembangkan masyarakat yang mampu memanfaatkan TIK berarti meningkatkan pula kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, penanaman dan penyebarluasan budaya kepada masyarakat dalam pemanfaatan TIK di kehidupan sehari-hari harus terus ditingkatkan.
Nantinya, ada 8 (delapan) fokus aktivitas Bandung Techno Park yakni Research ang Development (R&D), Educational Training, Consultancy, Facility Provider, Business Mediation, Information Distribution, Certification, dan Production Support.Diharapkan, Bandung Techno Park dapat menciptakan tenaga ICT yang berkompeten dan berdaya saing serta menciptakan technopreneur di kalangan mahasiswa.
http://i257.photobucket.com/albums/hh205/poofybdg/BandungTechnoPark3.jpg

BANDUNG TECHNO PARK

Mengulas Bandung Techno Park

http://i257.photobucket.com/albums/hh205/poofybdg/bandungTechnoPark2.jpg

Awal tahun ini, kabar menggembirakan datang dari Bumi Parahyangan. Kalangan akademisi Institut Teknologi Telkom Bandung (ITTelkom) mengagas Bandung Techno Park. Tidak sepertihal techno park lainnya yang sudah dibangun di beberapa tempat di Tanah Air, BTP memfokuskan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK/ICT).
BTP dibangun diatas lahan seluas 5 hektar yang disediakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom, berlokasi di dalam kawasan pendidikan Telkom, tepatnya di Kampus Institut Teknologi Telkom, Terusan Buah Batu Dayeuhkolot Bandung. Dilengkapi 52 laboratorium TIK, dan sedikitnya terdapat 215 orang peneliti di bidang TIK. “Jumlahnya akan bertambah, bekerjasama dengan perguruan tinggi, kalangan akademisi serta peneliti lainnya,” papar Jangkung Rahardjo, Penanggung Jawab Bandung Techno Park.

http://farm3.static.flickr.com/2729/4440331558_2ac29a241e.jpg

Laboratorium-laboratorium tersebut dikelompokkan dalam Laboratorium Sistem Elektronika (4 lab), Laboratorium Sistem Jaringan dan Multimedia (3 lab), Laboratorium Pengolahan sinyal Informasi (3 lab), Laboratorium Transmisi Komunikasi (4 lab), Laboratorium Sistem Komunikasi (3 lab), Laboratorium Informatika Teori dan Pemograman (4 Lab), Laboratoria Rekayasa Perangkat Lunak dan Data (4 lab), Laboratoria Sistem Komputer dan Jaringan (4 Lab) , Laboratorium Rekayasa Industri (15 Laboratorium).
Menurut Rahardjo, Bandung Techno Park dirintis sejak 2006 melalui permohonan pada Dirjen Depperin. “Ide kami mengembangkan Techno Park khusus ICT,” papar Raharjo. Awal 2007, Departemen Perindustrian, melalui Dirjend IKM memberikan izin pada kalangan akademik ITTelkom mengembangkan UPT Telematika sekaligus memberikan hibah perangkat . Hingga 2009, Depperin kembali memberikan bantuan pembangunan Pusat Disain Telekomunikasi untuk memproduksi desain-desain sistem maupun perangkat telekomunikasi. Dua lembaga (UPT Telematika dan Pusat Desain Telematika) bantuan Departemen Perindustrian tersebut , menjadi cikal bakal Bandung Techno Park.
“UPT Telematika bertujuan untuk menumbuhkan dan membina industri kecil dan menengah di bidang ICT. Sedangkan, PDT nantinya akan lebih banyak kegiatan-kegiatan riset aplikatif,” ujarnya.
Bandung Techno Park memfokuskan 8 bidang, yaitu Research & Development, Vocational Training and Human Resource Certification, Consultaty, Facility Provider, Business Mediation, Technical & Business Information Center, Product Certification,dan Production Support
Rahardjo mengatakan riset-riset yang dihasilkan akan dikategorikan menjadi riset dasar dan terapan. Riset terapan akan dikembangkan di PDT (Pusat Desain Telematika) menjadi desain produk dan dibuatkan prototipe, dalam bentuk sistem maupun perangkat. “Secara tidak langsung paten akan tumbuh dengan subur dari sini. Prototipe-prototipe tersebut akan melalui prosedur sertifikasi hingga dinyatakan layak diproduksi massal,” ujarnya.
Kendati, dihasilkan prototype dengan spesifikasi tertentu, namun Rahardjo mengakui khusus teknologi ICT harus mampu mencapai standar nasional, dan Internasional. “Apalah artinya BTP bisa memproduksi prototipe sistem atau perangkat tetapi tidak penuhi standar sehingga tidak dapat digunakan masyarakat luas. Justru disinilah peran ABG (academician, business, goverment-red) tadi, khususnya pemerintah yang bertanggung jawab menetapkan aturan tersebut melalui badan standardisasi,” ujarnya.
BTP ditargetkan mampu menghasilkan prototipe per tahun yang siap diserap industri. Pada tahun ini (2010) ditargetkan kerjasama dengan 10 industri. Rahadjo mengatakan, BTP diharapkan bisa membantu menyerap investasi telekomunikasi di Indonesia untuk konten lokal. Tercatat saat ini investasi telekomunikasi di Indonesia sekitar Rp 300 triliun, namun baru 5 persen di antaranya yang dimanfaatkan oleh konten lokal.
“Dengan kebijakan pemerintah sekarang dimana lokal konten minimal 30 persen, memberikan harapan baru bagi produksi dalam negeri untuk mampu bersaing dengan produk luar,” ujarnya.
Investasi pembangunan BTP dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, kucuran dana mencapai Rp 9 miliar. Sedangkan pada 2011, direncanakan ditanamkan lagi sekitar Rp 17 miliar, dan pada 2012 sebesar Rp 31 miliar. Hingga 2013, investasi yang ditanamkan BTP akan mencapai 24 miliar.
Menurut Rahardjo, pendanaan pembangunan tahap awal bersumber dari Yayasan Pendidikan Telkom melalui ITTelkom, dan dalam pengembangannya mendapat bantuan Departemen Perindustrian melalui pembangunan UPT dan PDT. “Diharapkan dimasa depan, provinsi, kabupaten serta kalangan industri besar ikut berperan mengembangkannya,” ujarnya.

http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs175.snc3/20275_1371858624517_1473308094_30966725_4891980_n.jpg
Targetkan 10 Prototipe per Tahun

Bandung Techno Park (BTP) berniat menjadi ‘kawah candradimuka’ produk-produk IT nasional. Targetnya, per tahun minimal ada 10 prototipe produk yang siap diadopsi industri yang lahir dari BTP.
Dengan target tersebut, BTP diharapkan bisa membantu menyerap investasi telekomunikasi di Indonesia untuk konten lokal. Saat ini investasi telekomunikasi di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 300 triliun, namun baru 5 persen di antaranya yang dimanfaatkan oleh konten lokal.
Demikian seperti diungkapkan oleh Penanggung Jawab BTP, Jangkung Raharjo, saat berbincang dengan detikINET Rabu (13/1/2009). “Kami hanya sampai proses prototipe. Untuk produksi masal kami serahkan kepada industri. Ya, minimal di tahun pertama ada 10 prototipe,” paparnya.
Meski demikian, Jangkung mengaku belum mempersiapkan skema kerjasama dengan tenant ataupun pelaku industri kecil menengah yang akan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh BTP ini. “Sudah banyak yang SMS ke saya untuk bisa bergabung. Terus terang saya belum memikirkan bagimana pola kerja samanya. Karena selama ini mereka gratis memanfaatkan fasilitas yang kita miliki,” ungkapnya.
Hak Paten
Rupanya program sejenis BTP sebelumnya telah digelar dnegan nama Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK). Kegiatan UPT TIK ini dilakukan sejak 2007 dengan bantuan dari Departemen Perindustrian RI dan didukung juga oleh Disperindag Jabar.
Selama ini kegiatan di UPT TIK telah menghasilkan beberapa prototipe yang beberapa di antaranya baru akan diajukan hak patennya. “Hasil yang kemarin sedang diusahakan hak patennya. Apakah kemudian diproduksi masal, itu tergantung dari industri. Itu kenapa kami juga menggandeng industri untuk terlibat aktif di sini,” tukasnya.
Jangkung berharap, BTP bisa menjadi wadah bisnis antara akademik, industri dan pemerintah. Akademisi bisa memberikan kontribusi berupa riset, pemerintah sebagai pembuat regulasi, sedangkan keuntungan finansial akan diperoleh industri sebagai penggerak roda ekonomi. “Kita bisa lakukan riset bersama dan sharing teknologi,” katanya.

Bukan Hanya Milik IT Telkom
Di akhir pembicaraan, Jangkung menegaskan bahwa BTP bukan hanya milik IT Telkom sendiri. Melainkan milik bersama dari masing-masing perguruan tinggi, bukan hanya di kawasan Jabar saja tapi juga di seluruh Indonesia.
Saat ini, model BTP sudah diterapkan di beberapa kota lainnya. Misalnya Cimahi dengan Cimahi Cyber City yang konsentrasi pada industri game dan animasi, Solo Techno Park yang fokus pada mesin dan Sragen yang menerapkan model balai latihan kerja.
“BTP ini bukan milik IT Telkom semata. Karena ilmu pengetahuan tidak terbatas pada ruang dan waktu. Kami justru ingin merangkul yang lain seperti ITB, UI dan ITS. Masing-masing kampus memiliki keunikan dan kelebihan, kita bisa saling melengkapi,” tutupnya.

GANDENG UI DAN ITB
Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) tak akan sendiri saja dalam menggarap Bandung Techno Park (BTP). Mereka mengaku siap menggandeng Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Kami akan gandeng ITB dan UI untuk bergabung. Biar lengkap laboratorium yang ada,” ujar Penanggung Jawab BTP, Jangkung Raharjo usai peresmian pembangunan BTP di komplek kampus IT Telkom, Jalan Telekomunikasi, Kabupaten Bandung, Selasa (12/1/2009).
Saat ini, imbuhnya, BTP didukung oeh 42 laboratorium milik IT Telkom dan 215 peneliti dari IT Telkom. Dengan bergabungnya ITB dan UI, akan semakin menambah fasilitas serta hasil penelitian yang akan dihasilkan.
Menurut Jangkung, ITB memiliki kelebihan di bidang elektronika. Sedangkan UI memiliki laboratorium anechoic chamber untuk mengukur sinyal magnetik. Bahkan Jangkung pun melirik kampus lainnya di luar daerah Jabar seperti ITS Surabaya.
“Lab kami (IT Telkom – red) mungkin lab telekomunikasi yang paling lengkap. Kami punya 42 lab. Mulai dari lab GSM, CDMA serta lab-lab lainnya. ITB kuat di elektronika dan UI punya lab anechoic chamber. Atau ITS yang kuat di robotikanya. Kami akan perkaya resource yang ada,” ungkapnya.

2 Lembaga, 8 Fokus Bisnis
Saat ini ada dua lembaga yang dipersiapkan untuk menjadi bagian dari BTP. Yang pertama adalah Unit Pelayanan Teknis Teknologi Informasi dan Teknologi (UPT TIK) dan Pusat Desain Telekomunikasi (PDT).
Dijelaskan oleh Jangkung, UPT TIK bertujuan untuk menumbuhkan dan membina industri kecil dan menengah di bidang ICT. Sedangkan PDT nantinya akan lebih
banyak kegiatan-kegiatan riset aplikatif.
Secara keseluruhan, Jangkung mengatakan, ada 8 fokus bidang bisnis BTP nantinya. Fokus itu, menurut pria yang juga menjabat Dekan Fakultas Elektro dan Komunikasi IT Telkom tersebut, adalah:
  • research and development
  • educational training
  • consultancy
  • facility provider
  • business mediation
  • information distribution
  • certification
  • production support
Lokasi BTP sendiri akan berada di kawasan pendidikan telkom. Rencananya akan dibangun 6 gedung yang menunjang BPT itu sendiri. “Ada 6 gedung nantinya. Gedung Utama, gedung research and development, gedung pelatihan, gedung pergudangan dan gedung untuk kegiatan pembinaan,” ungkapnya.
Biaya untuk membangun gedung utama, saat ini diperkirakan sekitar Rp 4 miliar. Sedangkan dana yang digelontorkan oleh Yayasan Pendidikan Telkom adalah sekitar Rp 6 miliar, ini mencakup untuk pembangunan gedung utama dan akses jalan sepanjang 400 meter.
“Mungkin Yayasan Pendidikan Telkom membangun gedung utama. Mungkin dari stakeholder yang lain akan membangun gedung yang lainnya,” katanya.