Ganti nama uNtuk Negri yg Sakit

Sabtu, 29 Januari 2011



saya baru tau kalau tradisi ganti nama kalau kita sakit tu sudah ad pada saat zaman Ir Soekarno...
bahkan yang berganti nama itu pun Presiden Pertama RI yang dilahirkan 6 Juni 1901, Presiden RI pertama kita ni dulunya ternyata namanya Kusno Sosrodihardjo. Karena sering sakit-sakitan, orang tuanya ganti nama Kusno menjadi Soekarno. Unik si,.., sejak menyandang nama Soekarno, proklamator itu sukses menjalani masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa tanpa terserang penyakit.Klu bgni jadi inget sahabat saia juga yang pernah cerita ngeganti namanya karna dya waktu kecil sering sakit-sakitan sampe kurus begitu... -_-!!

Katanya sih -_____-'' , penggantian nama Bung karno itu memang udah jadi tradisi hampir semua suku yang ada di Indonesia. Mungkin, karena tradisi ini juga yang mengilhami Chandra Adiwana menulis buku berjudul  " Selamat Tinggal Indonesia". :)

Kalau didalam bukunya, Chandra yang saia tau beritanya beliau mengusulkan nama negara Indonesia diganti, karena sering 'sakit-sakitan' , tak putus-putusnya dihajar petaka, dan rakyatnya jauh dari sejahtera.

"Ada banyak negara yang membuktikan, mengganti nama bisa sejahtera,' kata Chandra Adiwana, koordinator penulis, dalam peluncuran buku, di Jakarta.

Negara yang dimaksud adalah Malaysia, Brunei Darussalam, serta Singapura. 
Sebelum berganti nama, Malaysia terkenal dengan sebutan Malaka. Sedangkan Brunei Darussalam sebelumnya hanya bernama Brunei. Sementara Singapura, dulunya bernama Tumasik

Ni kutipan pembicaraan Pak Chandra :
"Negara yang mengganti nama, ternyata, lebih mudah mencapai tujuan pembangunan saya mengusulkan beberapa nama baru. Di antaranya, Indonesiaraya (tanpa spasi), Indonesia Raya (dengan spasi), serta Nusantara atau Dwipantara. 
Menyatukan dua suku kata (Indonesia dan Raya), merupakan simbol penyatuan ribuan pulau dalam wilayah Indonesia. Sedangkan usulan nama Indonesia Raya (dengan spasi) terilhami oleh judul Lagu Kebangsaan yang diciptakan WR Supratman. Sementara nama Nusantara atau Dwipantara merupakan nama wilayah yang pernah diungkapkan sebagai nama menyeluruh yang diberikan Maha Patih Kerajaan Majapahit''


Buku ini juga mengupas kesamaan nama Indonesia dengan nama negara lain, salah satunya Argentina. pertama nama Indonesia dan Argentina memiliki jumlah huruf yang sama, yakni sembilan huruf.
kedua, nama Indonesia dan Argentina sama-sama mempunyai huruf tengah 'N'
ketiga, masing-masing nama memiliki huruf ganda, yakni A dan N untuk Indonesia, serta I dan N pada Argentina. 

Ternyata, kata Pak Chandra, masing-masing kesamaan itu juga menyamakan nasib negara kita n juga begara Argentina. " Kondisi yang tergambar pada negara Indonesia hampir sama terjadi dengan negara Argentina,
Indonesia, dulu (di masa kerajaan) termasuk negara kaya raya gitu juga dengan Argentina yang pernah menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Tapi, sama halnya dengan Indonesia, Argentian sekarang justru menjadi negara yang terjebak utang", gitu katanya Pak Chandra.

Sebagai wong cilik n kurang tau banyak akan pengetahuan,seluk beluk Negri kita ni. Menurut pendapat saia (siapa juga ya yg perduli dngn pendapat wong cilik), saya si setuju tu dengan pendapat dan penjelasan dari Pak Chandra tentang Negri kita yang lagi sakit ni. Cara paling mendesak ya mengganti nama. Toh, negara-negara lain sudah ngebukti'in kan, ganti nama jadi bagian integral meraih perubahan. 

Apalagi, sebagian masyarakat di Indonesia mepercayai tradisi mengganti nama sebagai cara merubah nasib. Di Jawa, misalnya, kalau seorang anak sering sakit-sakitan, orang tua langsung mengganti nama. Percaya atau nda, yo banyak orang tua yang dah buktiken, setelah berganti nama anaknya jarang sakit.

2 komentar:

Dian mengatakan...

hmm..memang dulu tmen juga ada yg gnti nama gara-gara sakit-sakitan gtu..
eh tpi ada kasus lain...ceritanya gini..ibuku kan guru TK..eh ada siswa yg pnya nama,hmm maf.. agak ketinggalan jaman..trus sering di ejek sama temen temennya..eh trus dgnti dah..dngan nama yang diusulkan ibuku..untung ibunya setuju..hado..

Nurjannah mengatakan...

hahaha mungkin mmng kekuatan fikiran tu berfungsi sangat baik untuk kita ya kak,.. bsa dahsyat gt efeknya :)

Posting Komentar