aKu

Rabu, 12 Januari 2011

aku bagaikan angin,tak terlihat namun terasa.
Jika panas datang hembusan angin kan dapat menyejukkan suasana dengan seketika.
Namun hembusan angin hanya dapat kita rasa jika dapat menyadarinya bahwa ia tengah hadir di sisi kita.
Anginpun berhembus ke mana saja,tak da yg di bedakannya.


 Dari tempat bersih sampai tempat yg terkotor sekalipun,
dya hadir untuk memberikan hembusan udaranya yg menyejukkan.
Angin tak suka hanya berdiam saja, karna gerakan dr angin itulah yg menghasilkan sejuknya udara.
Angin pun tak selamanya terasa sejuk dan menyenangkan, 
dapat juga berubah menjadi menjengkelkan 
serta menyeramkan...


 Karna adanya perbedaan tekanan udara 
maka anginpun akan menyesuaikan pada udara yg ada.
Angin hanyalah sesuatu bentuk kecil dari ciptaan 
Tuhan Allah SWT yang kurang begitu sempurna.


Jikalau angin berada di tekanan yg amad besar,
bukan hanya hal kecil saja yang dapat di hancurkannya,
hal-hal yang besar pun dapat di rubahnya menjadi kecil bahkan hancur berantakan,.


angin dapat sangat menyeramkan dan 
membahayakan bukan dari kemauannya sendri,
akan tetapi ia hanya menyesuaikan dengan keadaan yang da,
jika tekanan suhu udara begitu besar 
maka akan membuatnya menjadi begitu menyeramkan,
dan juga sebaliknya ia akan terasa sangat bersahabat 
dan menyatu pada kita, maka ia harus berada pada 
tekanan suhu udara yang kecil.


Karna itu berharaplah angin selalu berada 
pada posisi tekanan udara yang stabil,agar dapat selalu menyejukkan jiwa maupun raga.

6 komentar:

Dian mengatakan...

hmmm..seperti puisi..bagus!

Nurjannah mengatakan...

hehe tu mmng niatnya mu sok puitis,.kok jadi cerita jadinya,.hehe

Dian mengatakan...

sip!..
Hmmmm..dengan hati nulisnya ya?

Nurjannah mengatakan...

hehe ia kak,..dngn sepenuh hati :)

Dian mengatakan...

wew..sip sip sip..
biasanya kalau nulis sambil ndengrin musik lagu g ya?

Nurjannah mengatakan...

ngga,.. aq ga terlalu suka sama musik :D

Posting Komentar